Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2020

Sukar Suram Rakyat Manusia

apa yang suram dilakui manusia ketika mesti menghargai jiwa mereka yang bekerja hati urat urat angkuh terpengaruh hanyut hingga atap pusara meremang nyala jiwa takut tersungkur dari buaian dunia. apa yang sungkan dijalani manusia ketika pengecap menahan kata kasih atas dasar derma nadi nadi malu diri mengakui iktikad nurani sang manusia menyiut maslahat harga diri yang entah dimiliki apa yang rumit diakui manusia ketika noda di selembar polos dedaunan terbercak debu udara air langit yang enggan berdermawan suka cita hingga luka di dalam raga kian menghitam pekat

Asa Dengan Tegaknya Sang Asa

ini cerita tentang hikayat putra semesta bernama asa. asa, kulit hitam legam dengan rambut berkelibat gelombang,bermuka pasi ruam terbakar surya. asa, seorang penjaja buah tanpa hari, tanpa belas dari para penanggung kasih. penjajak buah, dengan gerobak sempoyongan senantiasa menjelma menjadi griya niscaya kekal. asa, dengan gerobak segala ragam buah nan bugar,  tetap bergontai rumpang menapaki setapak lahan gersang. gerobak ialah rumah idaman sang asa. buah ialah kudapan makan mengganjal kucuran keringat. setiap fajar mendongak,  bikin kudapan sisa sarapan pagi menjadi bukti diri dan menghiasi serambi setapak kaki. gilasan roda pedati menjadi tanda lahir di setapak adimarga abadi. asa tak pernah bernama mengira. tak pernah merasa mereka kemana kaki ingin datang. yang pasti, yang menjadi naluri  asa abadi, adalah meraih sirna sang surya, menuju arah genggaman ujung tanah yang mendekap sang surya. tak ada yang tidak, senja menjadi hari yang me...