Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

Ekspedisi Satu Malam Satu Hari

Assalamualaikum, Selamat pagi, siang, hari seluruh teman-teman dimana kalian berada, Semoga rasa sehat, semangat, dan syukur selalu bersama kalian semua dimanapun kalian berdiri. Akhir tahun bagi teman di belahan bumi manapun pastilah identik dan klop yang namanya liburan, piknik, dolan, refreshing, atau apapun itulah teman semua nyebutnya. Semisal nggak pergi kemana gitu atau nggak main, pastilah pasti bakal jadi bullyan dan perbincangan negatif buat mereka, di kamar aja lu jualan semangka ?, jones ya lu nggak kemana-mana ?, dua kalimat itu tu yang jadi kalimat pamungkas buat mereka kaum non-liburan. Tapi it's okay lah, biaran mereka, karena mereka nggak tau bener gimana nikmat rebahan sambil mikirin kemajuan negara ini, mereka nggak tau makna rebahan sambil ngrefleksiin kehidupan masing-masing, mereka terlalu fokus sama dunia sampai lupa sama diri mereka, nah mungkin itu sedikit kalimat penenang buat kalian kaum non-liburan, karena aku akhir tahun ini sempat merasakan me...

Damar dan Amara (Bagian Empat)

Bagian Empat : Kami Bertiga Percakapan kecil kami bertiga tandas hingga tepat siang hari, aku memutuskan meninggalkan sejenak obrolan demi mengurus administrasi di depan, mulai membayar biaya perawatan dan informasi jika damar dpat beranjak pulang nanti ashar, untuk saat ini langsung menuju langgar terdekat, untuk menjalankan sholat siang, meninggalkan keromantisan Damar dan Amara yang baru dikenalnya tadi pagi. Setelah sholat, aku memutuskan untuk rebahan sejenak di depan langgar, angin sepoi senada menghantarkan ku cepat terlelap, membiarkan Damar dan Amara di bilik kamar itu, mempercayai Amara untuk menjaga anaknya sejenak. ... Pukul 2 tepat, aku terbangun, beranjak menuju kamar Damar, untuk mengajaknya pulang, semangatku terhenti seketika smpai di depan gagang pintu kamar Damar, Amara wanita yang bukan siapa-siapa keluargaku tertidur pulas di dipan menemani Damar yang juga tertidur, Aku tak tahu, apa yang harus kulakukan. Aku duduk merenung di depan bangsal rumah sakit, mem...