sore hari telah berlalu, manusia separuh baya itu melaju menghindari lalu lalang kepulan asap di riuhnya sepanjang jalan raya, telah kembali dari perhelatan perjuangan di waktu siang. sama seperti orang-orang pada umumnya, pergi pagi dan pulang petang, mengais materiil untuk hidup di kemudian hari. sesampainya di rumah berdindingkan anyaman bambu berlubang disudut sana sini, manusia itu merebahkan seluruh badannya di sudut ruangan tempat tidurnya, tak menunggu hingga lama, tubuhnya sudah tak terjaga, jiwanya hengkang menuju dunia lain dalam benak tidurnya. di benak tidurnya berceritera, sebuah kisah jerih perjuangannya, mencoba menaiki satu dari deretan barisan perbukitan di semesta, satu puncak tertinggi dari puncak lain. bergontai mendekap bongkah bebatuan keras dan menyingkarkan debu-debu hendak masuk ke kelopak matanya. setengah jalan dari harapnya telah teraih, namun tak ada yang tau, manusia itu tersungkur menuruni dasar perbukitan, bersamaan dengan loncatan bebatuan di samping k...
Seberapa cepat perubaan dunia terjadi ? Apakah kita sadar ? atau hanya berpura tak sadar ?