Rintik air masih menetes dari tiap tiap genting dan ranting di sudut persimpangan jalan, menggelayut berjatuhan menunggu gilirannya tiba. berlomba girang hendak menyatu dengan kawanannya di muka bumi, berdebur bersama angin malam, bersentuh dengan roda-roda dan alas kaki ibukota. Berlari-lari bersamaan menuju dunia bawah, untuk menyemai dan menggembur bersama tanah, dan menggerogoti akar-akar tua yang berupaya untuk menopang kayu dan memupuk dahan untuk berbunga.
tak ada yang tau, hingga sekarang, pohon berkayu tua di sudut persimpangan jalan tak jua bersemi dengan kelopak kelopak bunga seperti musim yang telah sirna. Tak jua menampakkan keelokannya. Entah esok fajar ialah waktunya, atau hanya wacana belaka. Mungkin musim di malam ini beda, bukan musim milik sang pohon tua yang menanti mengotori trotoar jalan, bukan waktunya untuk mencolok anggun seperti pohon muda. Entah, tak ada juga yang peduli dengannya.
Lampu bangunan di sepanjang jalan trotoar mulai bercahaya, dengan kebanyakan warna kuning keemasan, menerangi tiap tampilan bangunan rumah dan pertokoan. Cahaya lampu di sekujur jalan itu nyata terlihat memanjang membentuk barisan menggiring untuk sampai nya ke pusat kota, bersama dengan lalu lalang manusia dibawahnya, menyinari mereka yang sendirian, beramaian, hingga ada juga yang berpasangan. saling bersorai dengan raut muka bahagia, bergandengan tangan bersama, berbagi camilan yang dipegang di tangan kiri, dengan kebanyakan wanita yang menetengnya.
Berbeda dengan manusia yang berjalan sendiri dengan mimik bahagia mereka, di kursi baja bawah pohon tua di remangnya malam, sedikit disinari oleh lampu kuning keemasan, tersisa seorang wanita, dengan secarik surat terbuka di tangan kanannya yang terlihat basah, entah basah karena air hujan sore hari itu, atau tetes air dari matanya. Membuat tiga per empat bagian dari tulisan di lembar surat itu luntur hingga tak terbaca, tersisa satu baris paling bawah, bertuliskan kata permintaan maaf, dengan dibubuhi tanda tangan bernama seorang lelaki.
Komentar
Posting Komentar