Sudah 365 hari sudah cerita drama klasik telah terkompilasi dengan baik, gema riung kerontah memori masih terpaut dalam ingatan tanpa berdebu sedikitpun, alur demi alur jalan cerita masih tersimpan baik di ingatan jangka pendek ini, mulai dari titik temu awal hingga setiap jalan setapak masih menghantui dan tak ingin singgah pergi dari diri. Menjadi kompilasi salah satu kenangan terbaik dari 2 dekadi manusia ini di dunia. Setiap drama, pertengkaran, pertikaian, kisah bahagia, suka, duka, tawa masa remaja dewasa terpaut satu sama lain, tak hendak beralih tak ingin usai sedikitpun. Pekan Ilmiah Mahasiswa 32, ajang bergengsi bagi mahasiswa seluruh negeri, dari penjuru kota hingga pelosok negeri, salang bersikut sisi demi mempertahankan asa dan kuasa nya sendiri. 1614 mahasiswa berjuang mengendalikan asa hingga berada di panggung yang mungkin menjadi panggung kehormatan.
Dan disini ada kami, 5 manusia dengan latar belakang berbeda, melebur bersama 1614 manusia lainnya, berjuang mempertahankan sang asa, menjaga validasi, dengan jalan yang kesana kesini, dan berakhir menjadi partisi dari sebuah kebanggaan diri pribadi dan mungkin bagi mereka yang mendampingi disisi. Tim Serdadu Kumbang, sebutan kami, yang bergontai berjalan dengan remang dan berakhir tak bergamang lagi. Dan disini sebuah ceritera awal hingga akhir, bagaimana bisa.
Munculnya Tim Serdadu Kumbang : Prefiks
Fase awal terbentuknya Tim Serdadu Kumbang, berawal dari teman seangkatan yang paling semangat untuk ikut PKM, Ipeh, tiap malam berdua selalu berseteru mencari topik dan tema bahasan. Berawal untuk ikut PKM Penelitian tapi hati malah insecure dikarenakan di usia maba maba, botak, bergerombol masih sangat cupu tentang keilmuan geofisika yang merupakan jurusan kami, dan berakhir untuk move on ke PKM - Pengabdian Masyarakat yang memang tidak membutuhkan keterampilan dan kecakapan yang berkaitan dengan keilmuan geofisika. Dan akhirnya keluar gagasan untuk membuat sekolah rakyat yang mewadahi anak-anak di daerah Kota Yogyakarta tepatnya di barat Malioboro dan Selatan Stasiun Tugu Yogyakarta. Hingga akhirnya mengajak Asslam (s nya dua) teman seangkatan juga untuk bergabung menjadi tim Serdadu Kumbang hingga Aurora dan temannya dari jurusan Agribisnis. Namun di pertengahan jalan, syarat 1 tim diharuskan ada angkatan yang berbeda, dimana tim kami terdiri dari angkatan 2018 semua, akhirnya dengan berat hati mengganti teman Aurora dengan Afief dari Jurusan Teknik Pertambangan 2017, dan jadilah, Tim Serdadu Kumbang.
Pembuatan Proposal : Seru Berseteru hingga Sakit
Fase awal dari rangkaian PKM, disini kami memakan waktu hingga sekitar 3 minggu, hampir setiap hari bersinergi di depan Borneo Mart barat UPNVYK untuk mengerjakan proposal. Dalam pengerjaan proposal ini selalu bersama Ipeh dan Asslam dikarenakan Aurora dan temannya masih di luar kota dan Afief belum direkrut dari awal. Sebeneranya dalam penyusunan proposal kami di bagian bab cepat selesai, namun yang membuat lama adalah dibagian penyusunan anggaran. Program kami yang mengambil judul : Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang sebagai Wadah Pengembangan Karakter Milleials di Lingkungan Lokalisasi Pasar Kembang, membutuhkan banyak partisi barang yang berhubungan dengan keperluan sekolah, mulai dari alat tulis hingga segala barang-barang pendukung lain. Penentuan harga yang harus survei di olshop-olshop hingga berdebat mengenai jumlah barang menjadi penghambat dan memakan waktu yang sangat lama. Jadi itu, dalam pembuatan proposal, kami malah lebih fokus buat debat harga dibandingkan isi konten dari proposal nya. hahahaha
Dan disini awalmula sebuah bencana dimulai, hahahha, pihak terkait PKM di universitas mengharuskan untuk kelompok harus beranggotakan angkatan yang berbeda, dan informasi tersebut baru kami terima 1 hari sebelum pengumpulan proposal, dan pada hari itu kami bergerak dan berpikir cepat untuk mengganti 1 anggota kami dengan Afief, dan menjadikan overthinking berbulan-bulan karena kejadian ini, mungkin hingga detik ini masih overthinking gegara hal tersebut, hahahaha.
Pengumuman Pendanaan : Tak Diduga dan Tak Diharapkan
Sebenarnya tim kami yang nggak kayak berharap dan berambisi untuk lolos pendanaan, gampangannya cuman sekedar iseng untuk bikin proposal, dan malah kami nggak kepikiran buat menjalani program ini. Dan akhirnya di awal tahun muncullah pengumuman lolos pendanaan, dan takjub nya kelompok kami ada di daftar judul lolos pendanaan bersama ke 11 tim lain dari UPNVYK. Disitu kami nggak merasa yang bahagia atau senang gitu, kami malah merasa nggak percaya, heran, sampai bingung kok bisa lolos pendanaan, dan masih menjadi kebingungan yang belum hilang hingga sekarang, kenapa bisa lolos. Setelah itu, kami membulatkan tekad mau tidak mau ya harus dijalankan. Dan setelah itu kami mengadakan kumpul rutin buat membahas dan menyelesaikan beban ini. hahahaha. Dan masih overthinking pada teman yang kami ganti gara-gara persyaratan tadi.
Awal Mula Kegiatan : Pengalaman Luar Biasa Mendebarkan
Kegiatan Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang, dimulai dengan berkoordinasi bersama Karang Taruna setempat, disitu kami bercerita mengenai program kami, yaitu memberikan wadah untuk anak-anak bermain dan mengembangkan karakter, jadi seperti bermain dan belajar. Disitu kami disambut baik, bertemu dengan para petinggi Karang Taruna dan juga Kepala Kelurahan setempat. Disini kami menerima dan menampung segala saran dan masukan yang diberikan dari pihak mitra kami. Dan kegiatan selanjutnya yaitu mengadakan sosialisasi bersama pemangku jabatan di Kelurahan Sosromenduran mulai dari RT hingga RW. Kegiatan inilah yang merupakan momen paling mendebarkan, dimana kami harus mempresentasikan program kami di depan bapak ibu yang usianya sudah tua, biasanya presentasi di depan teman, ini harus di depan bapak ibu yang usianya jauh diatas kami. Diawal kegiatan sempat pesimis juga tentang tamu undangan yang hadir, waktu sudah berjalan 30 menit lebih tapi tamu undangan masih sedikit, dan akhirnya setelah Ashar, tamu undangan sudah banyak berkumpul dan akhirnya kami menjalankan kegiatan sosialisasi ini dengan lancar. Dan di malam harinya kami berjalan-jalan di sepanjang Jalan Malioboro untuk membagikan snack box yang masih tersisa sedikit dari kegiatan sosialisasi tadi.
Open Recruitmen Relawan Pengajar : Bertemu Teman Baru dan Bala Bantuan tak Terduga
Program kami yang salah satu tujuannya yaitu membentuk Komunitas Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang mengharuskan untuk melakukan recruitmen untuk membantu jalannya pembelajaran yang kami lakukan bersama anggota Karang Taruna setempat, maka dari itu kami melakukan open recruitmen ala ala. Disini anggota relawan lebih ke teman-teman dekat kami yang memang berniat membantu jalannya kegiatan kami, dan malah dapat anggota relawan yang teman seangkatan kami tak kami duga, tiba-tiba berkeinginan untuk bergabung, disitu diantara bersyukur tapi juga kaget, teman yang tidak digadang-gadang untuk bergabung malah akhirnya ikut. Dewa dan Arya, hahahaha, menjadi bahan gosip hangat di kelompok kami. Dan hebatnya kedua orang ini malah yang sangat membantu perkembangan dan jalannya Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang hingga detik ini.
Pertemuan Pertama - Kelima Sekolah Rakyat : Mencoba Memahami Jalan Pikiran Mereka
Tiba saat yang paling ditunggu, yaitu berkegiatan langsung bersama adik-adik di Kelurahan Sosromenduran. Lika-liku dimulai dari sini. Kagiatan pertama dilakukan di aula kelurahan yang diikuti sekitar 15 peserta adik-adik yang dimana tema pada pertemuan pertama ini yaitu mengenai mitigasi bencana alam, dan sayangnya di pertemuan pertama ini Saya, Ipeh, dan Asslam tidak bisa bergabung dikarenakan ada kegiatan angkatan yang tidak bisa ditinggalkan. Hingga terpaksa dijalankan oleh Afief dan Aurora bersama relawan pengajar dan bantuan dari BEM fakultas kami.
Pertemuan kedua masih sama, dilakukan di Aula Kelurahan Sosromenduran, namun disini kamu merasa sedih, karena peserta adik-adik yang datang hanya 6 orang dengan relawan pengajar yang banyak, dan disini kami harus benar-benar mengemas pertemuan ini agar tidak sepi. Pertemuan ini membahas mengenai arti penting cita-cita, dimana kami berharap adik-adik dapat mengatahui apa sebenarnya dengan cita-cita nya, digambarkan dalam kertas, dan diakhiri dengan presentasi gambar cita-cita mereka di depan temannya dan relawan pengajar. Selain itu, relawan pengajar juga memberikan masukan, saran, nasihat bagi adik-adik untuk semangat mewujudkan cita-citanya.
Pertemuan ketiga kami putuskan untuk berganti tempat, yaitu di rumah salah satu warga, Pak Ian, dimana tempat ini dekat dengan area penduduk sehingga diharapkan partisipasi anak-anak lebih banyak. Dan seperti yang diharapkan, partisipasi anak-anak dalam pertemuan ini seperti yang diharapakan. Pertemuan ini kami mengambil tema kreativitas dimana kami mengarahkan adik-adik untuk dapat membuat karya dari stik eskrim, ada yang membuat vas bunga, tempat pensil, hingga pistol.
Pertemuan keempat, dengan animo peserta adik-adik paling banyak dibandingkan sebelum-belumnya, disini kami dan relawan pengajar merasa kewalahan karena kesusahan mengakomodir seluruh adik-adik yang mengikuti kegiatan pada hari tersebut. Pada pertemuan ini kami membawa tema menabung, dimana kegiatan ini kami mengarahkan adik-adik untuk memanfaatkan botol bekas untuk membuatnya celengan yang dihias dengan kertas lipat. Pada kegiatan ini adik-adik banyak yang membuat roket, bunga, dan segala tambahan ornamen lain.
Hingga pertemuan keempat tersebut kami banyak mengajak teman-teman kami untuk bergabung, jadi kegiatan kami sangat terbuka untuk menerima teman-teman kami untuk belajar bersama adik-adik di Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang, banyak dari teman angkatan kami yang bergabung secara sukarela, mulai dari teman kami di rumah, teman sma, teman smp, teman angkatan, Unik, Fahmi, Nurwanti, Ferdian, Fauzi, dan masih banyak teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu.
Pertemuan Kelima dimana pada pertemuan sebelumnya kami merasa kewalahan, akhirnya dengan bantun sukarela dari teman-teman yang lain akhirnya dapat mengakomodir seluruh anak-anak. Pada pertemuan ini kami mengambil tema Kebudayaan Indonesia. Disini kami mengenalkan kebudayaan Indonesia, mulai dari rumah adat hingga pakaian adat dari berbagai suku di Indonesia. Kegiatan ini diakhiri dengan perlombaan cerdas crmat sederahana yang akhirnya dimenangkan oleh Dik Nabil.
Monev Internal Hingga Eksternal : Masa Kelam, Sakit Hati Berujung Manis
Masa paling emosi di kelompok kami, mulai dari konfik, emosi, pergulatan batin. Masalah kecil menjadi-jadi, pesen makan pun jadi masalah mau pesen ayam geprek atau menu lain. Setiap kumpul ada aja yang bikin emosi. hahaha. Hingga pernah dari jam 7 malam hingga subuh kumpul di tempat kopi cuman diam nggak ngerjain dan nggak ada progress apa-apa, dan menjadi guyonan sama teman lain. Persiapan monev internal berlatih presentasi tiap hari, hingga akhirnya merasa sangat percaya diri dengan presentasi kami, presentasi diawali dengan puisi untuk menyentuh hati juri dan diakhiri dengan pantun kocak yang bikin ketawa. Tapi pada pelaksanaan monev internal, yang dimana kita sangat percaya diri akhirnya dibabat habis sama dewan juri, seketika kami langsung down, baper, dan diem aja di sepanjang jalannya monev, dan akhirnya pulang berasa hampa dan ingin istirahat sejenak, enyah dari segala proses PKM. Akhirnya setelah self-healing beberapa hari, ambis lagi untuk menyiapkan monev ekternal, masih seperti sebelumnya banyak emosi hingga baper, tapi tetat berjalan. Dibagian ini kami benar-benar merombak dan mengevaluasi segala yang kurang di monev internal agar bisa maksimal di monev eksternal, mulai dari tampilan presentasi hingga hal kecil seperti transisi pergantian microphone pun kami perhatikan dan dilatih keras (karena mic nya cuman 2). Akhirnya tiba monev eksternal, dalam monev kami bersama dengan universitas lain yang saling beradu program, dan kami mendapat giliran di agak akhir, jadi banyak melihat program yang dari kelompok lain bawa. Disitu kami merasa presentasi kami berjalan sangat lancar, tanpa hambatan dan gangguan, pertanyaan dari dewan juri pun kami berhasil babat habis. Dan disitu kami merasa puas dengan hasil presentasi kami dan malamnya kami langsung gas untuk nobar nonton film Dua Garis Biru, dengan masih menggunakan dresscode batik merah kebanggaan. hahahaha. Setelah monev eksternal ini kami merasa terbebas dari belenggu PKM, merasa tidak ada beban sama sekali, dan bersantai dalam melaksaakan program yang masih kurang dilakukan.
Pengumuman PIMNAS : Lagi-lagi Tak Terduga
Setelah beberapa minggu bersantai-santai, leha-leha, dan menjalankan program kegiatan adik-adik seperti biasanya, di dini hari, informasi tak terduga datang kepada kami, ya, dengan rasa tak terduga, campur aduk, bingung, tidak mengira kami mendapat informasi bahwa kami lolos ke PIMNAS-32 bersama ke 4 tim lain dari UPNVYK. Disitu seketika grup whatsapp ramai oleh spam chat dariku, segala jenis kata umpatan tak terduga keluar di grup ini, seketika tim Serdadu Kumbang heboh, teman angkatan heboh juga. Dan inilah momen mulai tidak bisa bersantai, harus on fire, menyelesaikan program kami, menyelesaikan segala luaran yang harus disusun, membuat poster, hingga berlatih presentasi (lagi). Masa pasca pengumuman ini intensitas kumpul bareng semakin tinggi dan berbanding lurus dengan intensitas debat, hahahaha. Mulai dari cara presentasi, desain poster perlu mengalami fase debat panjang sebelum dapat hasil yang pas bagi kelima anggota. Selain masalah teknik ada juga masalah-masalah diluar PKM yang tidak perlu dibahas disini, hahahaha.
Pertemuan Keenam hingga Delapan + 1 : Super Intense
Fase ini mau tidak mau harus menyelesaikan program yang harusnya dilakukan dalam 5 bulan menjadi kurang dari 5 bulan, sehingga segala kegiatan harus kami padatkan, dan masih kurang 3 kali pertemuan belajar dengan adik-adik. Beberapa minggu dalam fase ini kami benar-benar menyusun segala persiapan yang diperlukan selain pertemuan dengan adik-adik, tapi segala bentuk luaran yang dibutuhkan, mulai dari performa presentasi, segala jenis laporan tulis, produk bahan ajar Sekolah rakyat Serdadu Kumbang, hingga desain poster benar-benar kami persiapkan.
Pertemuan keenam kami mengambil tema cinta lingkungan, disini relawan Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang bersama adik-adik melakukan penanaman tanaman di pot yang telah kami sediakan dan juga menjelaskan betapa pentingnya tumbuhan hijau bagi keberlangsungan hidup manusia. Setelah penanaman selesai, kami meletakkan pot yang berisi tanaman itu di berbagai sudut desa.
Pertemuan ketujuh kali ini sangat mengasyikkan, dikarenakan kami memberikan kesempatan bagi adik-adik untuk melakukan pengecatan ember bekas yang nantinya digunakan sebagai tempat sampah di daerah tersebut. Disitu asyik tapi sangat menyusahkan, tidak jarang pakaian kami terkena cat minyak hingga cat minyak berceceran di lantai, merasa bersalah pada pemilik rumah. ahahaha.
Pertemuan kedelapan, pertemuan terakhir dari program kami, disini sebagai penutupan kami menyiapkan puzzle yang bergambar garuda pancasila, adik-adik diarahkan untuk menyusun puzzle tersebut hingga jadi. Setelah proses penyusunan puzzle berakhir, relawan pengajar menjelaskan mengenai makna lambang dari garuda pancasila tersebut, dan diakhiri dengan cerdas cermat tanya jawab sederhana yang berhadiah alat tulis.
Pertemuan kedelapan plus 1 alias pertemuan kesembilan, pertemuan ini sebenarnya pertemuan tambahan, dimana digunakan untuk menunjukkan keberlanjutan dari Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang, dalam pertemuan ini menggunakan tema seperti di awal, namun dilakukan di tempat yang berbeda yaitu di Kelurahan Pringgokusuman.
Karantina Kaliurang : Persiapan 25% dan Tamasya 75%
Seminggu sebelum keberangkatan PIMNAS, pihak UPNVYK mengadakan karantina yang bertujuan untuk memantapkan segala persiapan mulaidari mental dan kepercayaan diri, performa presentasi, segala jenis luaran, hingga desain poster yang akan digunakan dalam PIMNAS. Kesempatan ini benar-benar kami dimatangka dalam segala aspek, mulai dari jiwa hingga raga (tiap pagi senam, hahaha). Disini kami merasa sangat menikmati suasananya, nyaman, dan malah menganggap kegiatan ini sangat enteng, momen yang ditunggu yaitu jam sarapan, makan siang, hingga makan malam. Selain itu ya kami jalani biasa dengan gembira, bahkan terkadang diselingi dengan gosip-gosip liar untuk orang-orang di sekitar, hehehehe. Disini saya merasa segala pengalaman teamwork yang sudah kami bangun menunjukkan hasilnya, disini menurut saya dalam kinerja mempersiapkan segalanya kelompok kami telah mencapai puncak teamwork yang paling bagus semasa saya berkelompok dengan orang lain hingga saat ini. hahahaha.
PIMNAS 32 : Bali dan cerita Kami
Setelah segala persiapan sudah selesai, akhirnya tiba hari pelaksanaan PIMNAS di Bali, kami dari kontingen UPNVYK yang berjumlah 5 tim berangkat bersama-sama dari kampus pagi, sekitar pukul 7. Disitu kami tidak menyangka teman seangkatan sejurusan kami berbondong-bondong mengantar kepergian kami. Pag-pagi yang biasanya mereka masih tidur ini udah standbye di kampus. hahhaha. Mereka lah yang malah jadi penyemangat kami di Bali.
Sesampai di Bali kami langsung melakukan registrasi dan segala persiapan lain. Mulai dari persiapan stand pameran poster dan produk hingga segala keperluan presentasi. Sesi presentasi dibagi menjadi 2 hari, dan kami mendapat giliran di hari pertama, dan disini awalnya kami merasa insecure karena penampilan presentasi kelompok lain bagus dan unik hingga tidak membosankan, tapi kami tetap percaya diri tampil dan tidak tahu mengapa presentasi kami berjalan sangat lancar tanpa hambatan, heheheh. Kemudian untuk pameran poster kami menunjuk Aurora sebagai penjaga stand untuk menjawab pertanyaan juri atau pengunjung terkait poster kegiatan kami, dan berjalan lancar juga.
Segala beban akhirnya telah hilang presentasi sudah, poster sudah, dan malamnya kami dai kontingen UPNVYK pergi jalan-jalan menikmati malam Bali, kami memutuskan untuk mencari makan dan akhirnya makan di rumah makan khas Thailand, ini benar-benar cringe ya, ke Bali malah cari masakan Thailand, hahahaha.
Malam Penganugerahan : Tak Terduga (Lagi)
Setelah semua beban telah selesai, akhirnya kontingen UPNVYK berkesempatan untuk berquality time bersama, bertamasya, berlibur, sayang misal tidak dimanfaatkan dengan maksimal. Jadi kami pergi ke Pantai Pandawa, Pantai Kuta, hingga cari berbagai oleh-oleh di Pusat Oleh-Oleh Khrisna. Malam sebelum ini ada kejadian di luar nalar, kami berlima malah overthinking gara-gara saya lebih tepatnya, jadi kami tidur melingkar di kasur hotel bersama, berkeluh kesah, evaluasi, dan takut misal tidak berhasil memperoleh kemenangan padahal banyak berbagai pihak yang mendukung kami, intinya takut mengecewakan terutama bagi mereka yang membantu Serdadu Kumbang dari awal hingga akhir, bagi mereka yang rela mengantar kami di jam yang seharusnya mereka masih tidur. hahaha. Padahal jauh seblum itu kami sudah clear tidak fokus untuk memperoleh juara dan sebagainya, yang penting selalu melakukan terbaik di setiap kegiatan, tidak berorientasi sama sekali untuk menyabet medali. Tapi malam ini beda, pikiran liar di hati dan kepala kembali menyeruak.
Setelah puas berbahagia bertamasya keliling Kota Bali, akhirnya malam penganugerahan yang dinanti-nanti tiba. Prosesi pada malam itu diawali dengan berbagai tari dan musik tradisional Bali, dan kemudian dilanjutkan dengan berbagai sambutan dari pemangku jabatan terkait, hingga sesi pengumuman pemenang medali.
Kami berlima tim masuk ke area tribun Artcenter, kampus lain meriah sekali, seperti supporteran, otomatis disitu kami merasa insecure dong, wkwkwk kami sepi sepi aja. Setiap pengumuman mesti selalu ada gegap gempita dari kampus mereka. Dan akhirnya pengumuman untuk kelas PKM-M1, yaitu kelas kami, Pengumuman poster untuk juara favorit, kami tidak disebut, pengumuman medali perunggu kami tidak disebut, udah mulai pasrah, kemudian pengumuman medali perak, kami lagi-lagi tidak disebut, posisi disini kami berlima sudah sangat pasrah, dan akhirnya pengumuman medali, ternyata nama kami dipanggil, dan kami berlima seketika teriak sekencang-kencangnya bersama kontingen UPNVYK, hahaha, malu-maluin, apalagi Aurora dan Ipeh seketika beringas, Kami berlima sampai meneteskan air mata, wesseh, berpelukan di tribun hingga di atas panggung berpelukan dengan muka yang kucel, hahahha. Momen ini menjadi momen bersejarah dan membanggakan bagi kami, hal yang tidak terduga, segala perjuangan, perdebatan, dan kerjasama tim dan semua pihak yang terkait akhirnya terbayarkan.
Perjalanan dan perjuangan Tim Serdadu Kumbang tidak hanya sampai di Pulau Bali saja, tidak hanya menggoreskan kisah tentang atensi disana, tapi juga meninggalkan sebuah kesan harta yang layak memang diperjuangkan hingga sekarang, yaitu Komunitas Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang. Hingga detik ini nama Komunitas Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang masih didengar, diketuai oleh Rastradewa dengan wakilnya Ahmad Fauzi dan dijalankan dengan teman relawan lainnya yang memang memiliki visi yang sama untuk Komunitas Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang. Dulu perjanan kami hanya sampai pada pengajaran dan pendidikan anak yang berfokus di Kelurahan Sosromenduran, tapi berkat bantuan teman-teman Komunitas Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang yang sekarang berhasil memperluas jangkauan dengan menambah lokasi pengajaran, yaitu di Kelurahan Pringgokusuman, jadi hingga saat ini Komunitas Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang melakukan pembelajaran dan pendidikan karakter anak-anak di dua tempat. Pencapaian yang luar biasa oleh Komunitas kecil ini, perjuangan yang hebat, semangat yang tiada tara.
Tim Serdadu Kumbang : Sufiks
Pencapaian Tim Serdadu Kumbang bukan semata-mata atas nafsu untuk menaiki takhta tertinggi, bukan atas semangat untuk memperoleh apa yang telah dijanjikan. Perjuangan Tim ini tidak sama sekali memikirkan apa yang akan kami dapat kedepannya setelah melakukan apa-apa yang harus dilakukan. Seperti kata Aurora "yang penting hari ini kita kerjakan maksimal, tidak perlu memikirkan bagaimana hasil yang didapat, yang terpenting yaitu bagaimana menakhlukkan hari ini". Berfokus dan menitikberatkan hasil apa yang kita dapat terkadang memang menjadi salah satu partisi yang tak bisa terelakkan. Usaha apapun yang kita kerjakan maksimal pasti berbanting lurus terhadap ekspectasi kedepan atas apa yang akan kita peroleh. Tapi dalam Tim ini saya belajar, setiap skema dalam perjalanan hidup tidak melulu tentang hasil apa yang akan kita peroleh, imbalan apa yang akan terima, tapi tentang bagaimana menjalani hari ini dengan sepenuh hati, dengan berbesar jiwa, dan yang pasti dengan ikhlas tanpa perlu memikirkan imbalan maupun hasil kedepannya. Memang benar, dengan hanya berfokus melakukan terbaik di hari ini, hasil akhirpun akan mengikuti dengan sendirinya, dan yang pasti saat mendapatkan hasil tersebut, perasaan kita akan lebih tak terduga, lebih bermakna.
Tim Serdadu Kumbang telah memberi banyak pelajaran melalui konflik tiap hari yang dilalui, emosi yang selalu menghiasi hari, perdebatan yang selalu menyela di tiap momen, dan hal tersebutlah yang malah menjadikan Tim Serdadu Kumbang ini menjadi lebih solid, menjadi superpower, dan bisa mengatasi apapun masalah dengan bersama. Tim Serdadu Kumbang bukan Tim yang selalu bisa serius dan enak bila berdiskusi, Tim yang paling ketawa-ketiwi disaat tim lain sedang tegang dan sibuk, tapi Tim ini menurutku yang paling bisa mengerti.
Dan terakhir, apabila kita ditanya kamu dapat apa setelah melalui ini ?, setelah mengajukan proposal, setelah lolos pendaan, setelah berhasil menyabet medali di Pimnas, kami dengan lantang akan menjawab "pengalaman". Banyak sekali pengalaman manis yang tak terduga yang diperoleh, mulai dari bisa bertemu orang banyak, bisa memberikan manfaat dengan bersetubuh langsung dengan masyarakat, bisa numpang nampang di banyak radio, menjadi pembicara di beberapa seminar dan pelatihan, merilis buku antologi, mengisi podcast, dan masih banyak lagi pengalaman tak terduga lain yang kami peroleh, dan menurut kami pengalaman tersebut tidak bisa diganti dengan mudah dengan materi, pengalaman yang benar kami peroleh setelah berbulan-bulan jalani. Dan tentunya, kami masih menanti pengalaman baru tak terduga apa yang menanti kami di depan.
Terimakasih : -
Dan pada paragraf terakhir ini, saya ingin mengucapkan beribu-ribu terimakasih, mungkin kata terimakasih saja tidak cukup untuk membalas segala kebaikan, bantuan dan uluran tangan semua pihak yang terkait.
Untuk Tim Serdadu Kumbang, telah memberikan pelajaran yang luar biasa, perdebatan, emosi, hingga drama,
Seluruh civitas kampus UPNVY yang selalu memberikan dukungan moral hingga materiil,
Relawan Serdadu Kumbang yang telah memberikan sumbangsih penuhnya bagi Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang hingga detik ini.
Relawan Serdadu Kumbang yang telah memberikan sumbangsih penuhnya bagi Sekolah Rakyat Serdadu Kumbang hingga detik ini.
dan teman keluarga Teknik Geofisika 2018 : Exa Volta yang selalu memberikan uluran tangan berupa moral hingga materil untuk jalannya Tim Serdadu Kumbang,
dan masih banyak pihak, subjek, dan elemen lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.
Terimakasih.














Komentar
Posting Komentar