Langsung ke konten utama

Tanda Koma


Assalamualaikum Wr. Wb.

Pertama, saya ingin menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah yang sangat melimpah, sehingga pada kesempatan ini saya dpat berbagi cerita yang mungkin bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Kalau boleh cerita, malam ini malam terakhir gue (pakai "gue" ya, biar dikira anak metropolitan) di Bekasi setelah kurang lebih 1,5 tahun gue menjalani sebuah babak yang mungkin menyenangkan, berkesan, luar biasa, tak terlupakan, mungkin juga babak yang penuh emosi, penuh kekhawatiran, kegalauan, kegundahan, lengkap deh kalau yang jelek-jelek mah, hahaha. Jadi disini gue bakal sharing sedikit pengalaman dari awal sampai akhir gue ada di PT Geomarindex ya, jadi Rewind kurang lebih 1,5 tahun yang lalu (bayangin suara mesin waktu).

Jdi dulu awalnya dateng kesini buat Praktek Kerja Industri bareng ke-5 temen gue yang masih pada polos, innocent, suci, dan tak berdosa, hahaha. Cerita perjalanan bisa sampai sini dari Jogja dulu ya, agak lucu emang. Jadi dulu berangkat pagi dari Jogja naik kereta, turun di Stasiun Jatinegara, dari sana naik Trans Jakarta dengan tujuan ke Pinang Ranti, awal naik TJ, bawa barang bawaan yang super banyak, 1 orang bawa 1 tas, 1 koper, berenam, bisa bayangin sendiri kan gimana di dalam bus yang penuh penumpang, banyak mata yang meilirik kita, mungkin ada yang emosi gegara menuh2in tempat, mungkin juga ada yg cuek nggk peduli, tapi mungkin ada yang iba, kasihan, sama prihatin, bener bener pengalaman yang luar biasa, memalukan, dan nggak bisa dilupain, gokil dah, hahaha/

Awal masuk pertama di PT Geomarindex, di hari pertama tentunya kita disambut baik lah yaa, hari pertama dari berenam itu kita dibagi 2 kelompok, 3 orang di bagian Laboratoriumnya, 3 orang dibagian peralatan. Bagi yang belum tau PT Geomarindex itu PT apa, Pt Geomarindex adalah PT yang bergerak di bidang Investigasi Tanah, jadi intinya neliti2 tanah gitu gampangannya, mulai dari pengeboran ambil sample di lapangan sampai ke uji laboratnya, simple nya gitu sih. Jadi gue dapet di kelompok Laboratorium, jadi pembagiannya itu berdasar postur tubuh kalau dulu, jadi yg tubuhnya kecil buat lab, yang tubuh nya agak gede ke peralatan, tubuh gue kecil, jadi ikut ke Lab deh , agak bikin ketawa emang. Hari pertama kita disuruh liat-liat dulu dan belajar dikit-dikit, saya ikut di bagian Uji Konsolidasi, waktu itu sam teknisi nya Mas DD, itu dulu gue dijelasin pas nambahin bebannya, sumpah gue dulu nggk paham sama sekali yg dijelasin, tinggal tak iya-iyain aja biar Mas DD nya agak seneng dikit, hehehe (maaf bang). 


Terus hari hari berikutnya saya nyoba Uji Grain Size, teknisi nya Mas FR, dulu saya ngliat Mas FR ini kan agak tua gitu ya, tak panggil Pak, beliau tiba-tiba nyuruh manggil Mas aja, berhubung baru awal-awal yaudah tak iya-in aja, hehehe.


Disitu saya mengamati teknisi teknisi lain juga, ada Mas MTN, dia mukanya agak muda sih emang, tapi dulu setelah denger dia mau nikah gue sama temen-temen gue sempet kaget, hahaha, muka emang nggk mencerminkan usia deh, dan sekarang Mas MTN ini udah punya anak cowok (selamat ya bang, semoga menjadi anak yg berbakti pda orang tua, keluarga serta negara, aamiin). Kemudian ada Mas RF, dia awal-awal saya lihat pendiem, ramah, enak diajak bicara, tapi semakin kesini dia semakin aneh dan unik-unik gimana gitu, tpi dia tetep baik kok,hahaha. Kemudian ada Pak TFK beliau seperti Koordinator Lab gitu, Beliau yang membimbing kita disini, jadi kalau ada apa-apa mengenai PKL gitu kita koordinasinya ke beliau.


Disini kita kita anak PKL sering main juga ke Jakarta gitu buat liburan sekali kali kan ya, dulu awalnya nemenin temen ke ITC Roxy buat nemenin temen beli Hp, nah setelah itu kita memutuskan main ke Monas, dan lucunya kita dari Roxy ke Monas cuman jalan kaki, wkwkwk, alih2 mau menikmati jalan kaki ternyata jauh banget, hahaha, sampai Monas udah tepar sama kaki kempor semua, wkwkw. Kita juga main ketempat lain yang nggk bisa diebutin satu persatu.

Kota Tua Jakarta
Singkat cerita, setelah PKL sampai Desember 2017, ada tawaran magang, yang mau magang cuman bertiga termasuk saya, hari-hari dijalani seperti biasa nggk ada bedanya sama PKL sebelumnya, nah di pertengahan magang ini temen kita datang lagi berdua, tapi beda dari yang 3 PKL kemarin, dulu pas ada proyek banyak gitu jadi butuh tambahan orang, kemudian sekitaran Juli 2017 magang berakhir, Saya dan 1 temen saya lanjut kerja disini, sampai bulan Februari 2018 kemarin, jadi hari ini hari terakhir saya dan temen saya di Bekasi sebelum pulang ke Jogja.


Satu Setengah Tahun ini memang mengajarkan banyak hal, banyak hal yang harus diambil hikmahnya, yang pasti 1,5 tahun ini gue memakai kaca mata berbeda dari tahun sebelumnya, disini gue bener bener belajar gimana caranya gue mesti bersyukur, menerima segala hal, menghargai satu sama lain dan masih banyak lagi hikmah yang dapat diambil. Jadi kalau ditanya apakah gue menyesal masuk disini, gue bakal jawab, enggak, gue nggk menyesal, karena banyak sekali hal hal positif yang mungkin berguna buat kita kita kedepannya, hidup nggk melulu soal materi kan, ada hal lain yang lebih berharga tentunya dibanding materi, yang pasti setiap orang punya memiliki jawab masing-masing.

Nah di paragraph ini saya ingin mengucapkan banyak banyak terimakasih, terimakasih kepada pimpinan dan seluruh pegawai PT Geomarindex, terimakasih atas bimbingan dan atas kesempatan selama 1,5 tahun ini. Kami mohon maaf apabila ada salah maupun perilaku dan sikap yang tidak berkenan di hati. Semoga PT Geomarindex semakin sejahtera, semakin maju, dan selalu terdepan dalam membangun Indonesia ke arah yang lebih baik, aamiin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Tiada Tara Hingga Duga

Sudah 365 hari sudah cerita drama klasik telah terkompilasi dengan baik, gema riung kerontah memori masih terpaut dalam ingatan tanpa berdebu sedikitpun, alur demi alur jalan cerita masih tersimpan baik di ingatan jangka pendek ini, mulai dari titik temu awal hingga setiap jalan setapak masih menghantui dan tak ingin singgah pergi dari diri. Menjadi kompilasi salah satu kenangan terbaik dari 2 dekadi manusia ini di dunia. Setiap drama, pertengkaran, pertikaian, kisah bahagia, suka, duka, tawa masa remaja dewasa terpaut satu sama lain, tak hendak beralih tak ingin usai sedikitpun. Pekan Ilmiah Mahasiswa 32, ajang bergengsi bagi mahasiswa seluruh negeri, dari penjuru kota hingga pelosok negeri, salang bersikut sisi demi mempertahankan asa dan kuasa nya sendiri. 1614 mahasiswa berjuang mengendalikan asa hingga berada di panggung yang mungkin menjadi panggung kehormatan. Dan disini ada kami, 5 manusia dengan latar belakang berbeda, melebur bersama 1614 manusia lainnya, berjuang mempertahan...

Seperti Semula

tak terasa, telah beranjak ratusan hari dimana pintu-pintu beranda depan rumah tak berbuka dihantui oleh rong-rongan binatang yang tak kenal malam dan siang. menutup rapat sela-sela beranda hingga tak ada jua yang hendak bersua bersama. menepi dalam ruang mencari kesendirian tanpa mereka apa yang disana. menanti hingga musim paceklik kunjung henti, menanti aroma daun dahan kering di pinggiran setapak jalan raya. dan yang dinanti kini akhirnya disini, setiap pintu beranda berbuka lebar tak ada sekat menyapa. tak teraroma lagi sengatan bau busuk di depan teras, telah terhablur bersama kering debu tanah, menjadinya satu dan tak ada yang tersisa, lenyap sudah semua bau pekat di depan beranda. setapak jalan telah terbingar barisan suar cahaya di remang malam, menghentak nada mendengung sorak suara kemenangan, bersuka ria bersama. pagi telah kembali, gema bisikan di genggaman tangan kembali terkumandang di setiap meja depan beranda, bersamaan dengan peluh mata membasahi dinding-dinding yang ...

Damar dan Amara (Bagian Satu)

Bagian 1 : Wanita Sepeda Mini Pagi ini sepi, pohon-pohon masih pasrah bergelayutan di dinginnya pagi, burung-burung jantan juga masih menetap di dalam sangkarnya, bersama sang betina dan anak anaknya. Bumbungan asap rokok perlahan menghilang berbaur dengan udara, semakin ke atas asap menjadi hilang, sesapan dan sebulan puntung rokok menjadi teman setia bagi Gadhing di kala pagi hari, sembari sesekali menyeruput kopi buatan nya sendiri, menikmati pagi di halaman rumahnya, duduk termangu melihat suasana pagi itu.  Sudah menjadi kebiasaan bagi Gadhing tiap pagi duduk di halaman ditemani secangkir kopi pahit buatannya sendiri dan sepuntung rokok kretek. Kebiasaan ini dilakukannya setelah selesai memasak sarapan dan sedang menunggu Damar, anak laki-laki satu-satunya yang berusia 11 tahun selesai mandi. "Dhing, Gadhing, pagi pagi udah ngalamun wae, cari istri sana biar ada yang mijetin di pagi hari, hahaha !" "Asu kau, pagi - pagi udah ngajak ribut !" refleks G...