Bisikan suara mesin berfosil tak mengganggu lagi,
yang ada hanya diam,
senyap,
dan lantunan makhluk jalang,
yang berkeliaran di hari petang.
Malam baru saja selebas dimulai,
masih ada beberapa waktu untuk dinikmati,
entah apa yang dinikmati,
kesendirian,
kehampaan,
atau kesunyian malam.
Petang yang remang,
tapi masih ada manusia yang gamang,
tentang rasa,
tentang jiwa,
hingga tentang dunia.
Jutaan manusia di luar sana,
dan disini ada aku,
dan disini ada aku,
berkeliaran di petangnya malam,
menikmati sunyinya malam,
gamang di remangnya malam.
masih bertanya,
untuk apa ada ?
masih mereka,
bagaimana mendatang ?
masih menerka,
apa makna bernyawa?
mereka berbicara,
hidup untuk ada bagi mereka,
tapi apa, aku disini menyendiri penuh ego.
mereka mengucap,
hidup hanya singgah minum sahaja,
tapi apa, aku ingin lama mengecap nikmat dunia.
mereka berdalih,
hidup cuma sekali, nikmati sahaja,
tapi apa, hanya ada ceratan luka dijiwa.
mereka menghardik,
hidup tentang harta dan tahta,
tapi apa, jika harta tahta dunia hanya sementara.
masih disini.
entah, tak tahu apa apa di luar sana.
hidup cuma sekali, nikmati sahaja,
tapi apa, hanya ada ceratan luka dijiwa.
mereka menghardik,
hidup tentang harta dan tahta,
tapi apa, jika harta tahta dunia hanya sementara.
masih disini.
entah, tak tahu apa apa di luar sana.
Komentar
Posting Komentar