Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan Tiada Tara Hingga Duga

Sudah 365 hari sudah cerita drama klasik telah terkompilasi dengan baik, gema riung kerontah memori masih terpaut dalam ingatan tanpa berdebu sedikitpun, alur demi alur jalan cerita masih tersimpan baik di ingatan jangka pendek ini, mulai dari titik temu awal hingga setiap jalan setapak masih menghantui dan tak ingin singgah pergi dari diri. Menjadi kompilasi salah satu kenangan terbaik dari 2 dekadi manusia ini di dunia. Setiap drama, pertengkaran, pertikaian, kisah bahagia, suka, duka, tawa masa remaja dewasa terpaut satu sama lain, tak hendak beralih tak ingin usai sedikitpun. Pekan Ilmiah Mahasiswa 32, ajang bergengsi bagi mahasiswa seluruh negeri, dari penjuru kota hingga pelosok negeri, salang bersikut sisi demi mempertahankan asa dan kuasa nya sendiri. 1614 mahasiswa berjuang mengendalikan asa hingga berada di panggung yang mungkin menjadi panggung kehormatan. Dan disini ada kami, 5 manusia dengan latar belakang berbeda, melebur bersama 1614 manusia lainnya, berjuang mempertahan...

Damar dan Amara (Bagian Lima)

Bagian Lima : Memulai Kembali Sudah 5 hari berlalu ketika harapan dan doa Damar pupus, ketika yang seharusnya menjadi hari baik tapi tragedi Damar sakit menjadi pertanda sudahlah hari baik. Hari minggu ini aku berjanji, akan mengganti hari baik yang telah sirna, mejadi hari baik yang lebih baik, yaitu tetap membawa Damar ke kebun binatang, seperti yang telah dinantiya. Hari ini hari Jum'at, berakhir pekan, tepatnya orang-orang berbondong menghabiskan hari setelah 5 hari bertaruh nyawa di derunya hari, lima hari berambisi, dibayar satu hari dengan berfoya, mengabiskan harta. Era sekarang ini, memborong barang di pasar idaman ialah cara berfoya, di Pasar Kotagedhe, terbebas dari kata metropolitan, terbebas dari idealis kaum kapitalis di penjuru pelosok ibu kota, sederhana. Momentum ini menjadi tradisi bagi Gading, untuk berambisi mengais pundi-pundi kantong saku celana terisi, dan dengan tekad demi Damar, semangat nya pun sempurna. Sudah 7 kali putaran, ambisi dan birahi menga...

Sukar Suram Rakyat Manusia

apa yang suram dilakui manusia ketika mesti menghargai jiwa mereka yang bekerja hati urat urat angkuh terpengaruh hanyut hingga atap pusara meremang nyala jiwa takut tersungkur dari buaian dunia. apa yang sungkan dijalani manusia ketika pengecap menahan kata kasih atas dasar derma nadi nadi malu diri mengakui iktikad nurani sang manusia menyiut maslahat harga diri yang entah dimiliki apa yang rumit diakui manusia ketika noda di selembar polos dedaunan terbercak debu udara air langit yang enggan berdermawan suka cita hingga luka di dalam raga kian menghitam pekat

Asa Dengan Tegaknya Sang Asa

ini cerita tentang hikayat putra semesta bernama asa. asa, kulit hitam legam dengan rambut berkelibat gelombang,bermuka pasi ruam terbakar surya. asa, seorang penjaja buah tanpa hari, tanpa belas dari para penanggung kasih. penjajak buah, dengan gerobak sempoyongan senantiasa menjelma menjadi griya niscaya kekal. asa, dengan gerobak segala ragam buah nan bugar,  tetap bergontai rumpang menapaki setapak lahan gersang. gerobak ialah rumah idaman sang asa. buah ialah kudapan makan mengganjal kucuran keringat. setiap fajar mendongak,  bikin kudapan sisa sarapan pagi menjadi bukti diri dan menghiasi serambi setapak kaki. gilasan roda pedati menjadi tanda lahir di setapak adimarga abadi. asa tak pernah bernama mengira. tak pernah merasa mereka kemana kaki ingin datang. yang pasti, yang menjadi naluri  asa abadi, adalah meraih sirna sang surya, menuju arah genggaman ujung tanah yang mendekap sang surya. tak ada yang tidak, senja menjadi hari yang me...

Gotong Royong Tak Harus Royong

Bangsa Indonesia ialah bangsa yang menjunjung tinggi budaya gotong royong dari dulu nenek moyang bangsa lahir. Serat luhur kegotong-royongan masih terawat asri di inti kehidupan masyarakat Indonesia hingga saat ini mulai dari ujung pelosok desa hingga metropolitan pusat ibukota. Gotong royong, tak mungkin jemu digerus derunya waktu. Gotong royong pada dasarnya berasal dari dua kata, gotong yang berarti bekerja dan royong yang berarti bersama, sehingga gotong royong diartikan sebagai semangat bekerja secara bersama-sama demi tujuan yang bersama pula. Semangat kegotong-royongan akan terasa kental apabila berada di pelosok desa. Banyak partisi dan agenda di pedalaman desa dengan semangat kegotongroyongan, kerja bakti bersih sungai, gropoyokan tikus, hajatan, hingga sekedar menanak berkat sebagai contohnya. Terasa hangat dan tenteram berada di bangsa nan makmur ini, tak perlu khawatir siapa yang akan membantu mendirikan tenda di hajatan nanti, tak perlu lamun mencari tenaga untuk ber...

Dongeng Tikus Gorong Gorong

Entah tak ada yang mereka, Di bawah telapak kaki keriuhan nan kemerduan bising semerbak asap di atas, Lorong remang, kuyup, dan sunyi bertinggi lima muka hasta, berpanjang hingga samudera lepas, Gorong-gorong di kolong kota metropolitan yang tak kunjung lengang, Tersimpan satu dua ceritera yang tiada menduga. Ceritera tentang tikus gorong-gorong, tak ada tetes cahaya yang berani singgah disana. Mengarungi lorong demi lorong kehitaman dunia bawah surga. Helaian gesekan rambut dan aroma jadi penuntun utama menuju singgasana. Celah rentetan kerakal laksana rumah bagi jiwa hasil senggama. Bau binatang bersapa didepannya ibarat jamuan dahar malam. Sebenarnya tikus gorong-gorong mereka di atas kepala ada surga yang didambakan. Ada kehidupan yang dilimpahi oleh berkas hangat matahari pagi. Yang pasti, ada singgasana dibanding rumah di kolong tempat abadinya. Tapi apalah daya, tikus tak ingin perkasa meraih nikmat kehangatan matahari pagi. Tikus gorong-gorong telah menaruh ...

Memang Bukan Pecinta Kopi

Penikmat senja, Pecinta kopi, Musik indie di gendang telinga, Tiga partisi utama kesatuan indie, saling mencumbui tanpa mengebiri satu dengan yang lain, fenomena ke-milenials-an awal abad 21. Dilengkapi dengan gaya busana masa kini yang tidak jarang jadi adisi tambahan tanpa ketinggalan. Tak tahu mengapa, senja, kopi, musik indie, konon memberi aura kehidupan yang nyaman, harmonis, segar, dan mungkin sedikit nuansa retoris. Yang pasti tak ada salah dan haramnya, mengikuti atau malah menemukan jalur ini dengan sendiri, toh juga seharusnya tak mencederai nyawa makhluk lain, kecuali mereka yang tak terkira. Disini lebih tepatnya detik penulisan topik basa basi ini aku tidak memenuhi ketiga partisi fenomenal daiatas. Digadang sepertinya bakal sangat superpower sangat bila bisa, menikmati senja di hari sore dengan secangkir kopi ditemani musik indie sembari menulis beberapa seberapa larik, tapi nyatanya hanya ilusi, di fajar hari, air mineral isi ulang, lagu antah berantah asalny...