Bisikan Gita Indah
dia, yang selalu di riuhnya petang
diam, di tengah pikuk ramai dini
entah gerangan apa di relungnya
sabdanya, biasa hanya gemericik air langit
yang setiap rintiknya mencoba berteriak sekencangnya
berteriak hingga seisi dunia mendengar
dan semua hanya khayalan dan bualan semata
dengan nada layaknya tetes gerimis di tengah laju ibukota
tak berbahaya
dan percaya, untuk apa berteriak sekencangnya pada dunia
jika bisikan sajak indah
mereka mampu mendengarnya
Komentar
Posting Komentar